Selasa, 02 Oktober 2012

Peranan SIG (Sistem Informasi Geografis) dalam Perencanaan Wilayah dan Kota


Peranan SIG (Sistem Informasi Geografis) dalam Perencanaan Wilayah dan Kota
Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System) adalah sistem yang dapat digunakan untuk menangkap, menyimpan, menganalisa, serta mengelola data dan karakteristik yang berhubungan yang secara spasial mengambil referensi ke bumi. Lebih jauh, sistem ini dapat didefinisikan sebagai sistem komputer untuk memadukan, menyimpan, membagi, serta menampilkan informasi yang mengambil acuan geografis. Dalam bidang perencanaan wilayah dan kota, ilmu ini memiliki peranan yang sangat penting. Menata ruang suatu wilayah membutuhkan dukungan data dan informasi, baik spasial maupun non spasial, yang akurat dan terkini, terutama data dan informasi tematik yang mengilustrasikan kondisi suatu wilayah. Perubahan kondisi wilayah pada daerah yang akan disusun rencana tata ruangnya, perlu dipahami dengan baik oleh para perencana, karena kualitas rencana tata ruang sangat ditentukan oleh pemahaman para perencana terhadap kondisi fisik wilayah perencanaan.
Dengan menggunakan teknologi informasi yang telah berkembang dengan pesat, sebagian data dan informasi spasial yang diperlukan dalam perencanaan tata ruang dapat dibangun dalam sebuah sistem informasi yang berbasis pada koordinat geografis yang lebih dikenal dengan sebutan Sistem Informasi Geografis (SIG). Seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan data geografis, dalam SIG dimungkinkan penggabungan berbagai basis data dan informasi yang dikumpulkan melalui peta, citra satelit, maupun survai lapangan, yang kemudian dituangkan dalam layer-layer peta. Sistem informasi yang meng-overlay-kan beberapa layer tematik diatas peta dasar sungguh membantu proses analisa wilayah dan pemahaman kondisi wilayah bagi para perencana, serta dapat menghemat waktu karena sebagian proses dilakukan oleh piranti lunak, sehingga dengan SIG proses perencanaan tata ruang dapat lebih efisien dan efektif.
SIG banyak digunakan untuk berbagai kegiatan terkait perencanaan suatu kota, seperti analisis dan pengambilan keputusan atau kebijakan mengenai suatu daerah meliputi pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya. Dengan menggunakan aplikasi SIG ini akan didapatkan sebuah perspektif yang lebih riil.
Beberapa manfaat SIG bagi perencanaan wilayah dan kota (berdasarkan disiplin ilmu yang ada dalam perencanaan wilayah dan kota) :
a.       Untuk bidang sumberdaya, seperti kesesuaian lahan pemukiman, pertanian, perkebunan, tata guna lahan, pertambangan dan energi, analisis daerah rawan bencana.
b.      Untuk bidang perencanaan ruang, seperti perencanaan tata ruang wilayah, perencanaan kawasan industri, pasar, kawasan permukiman, penataan sistem dan status pertahanan
c.       Untuk bidang manajemen atau sarana-prasarana suatu wilayah, seperti manajemen sistem informasi jaringan air bersih, perencanaan dan perluasan jaringan listrik
d.   Untuk bidang pariwisata, seperti inventarisasi pariwisata dan analisis potensi pariwisata suatu daerah.
e.    Untuk bidang transportasi, seperti inventarisasi jaringan transportasi publik, kesesuaian rute alternatif, perencanaan perluasan sistem jaringan jalan, analisis kawasan rawan kemacetan dan kecelakaaan.
f.     Untuk bidang sosial dan budaya, seperti untuk mengetahui luas dan persebaran penduduk suatu wilayah, mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya, pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan pada suatu kawasan, pendataan dan pengembangan pemukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan perkantoran.





SUMBER :
http://yudhiplano.blogspot.com/. Diunduh pada hari Minggu, 30 September 2012.
http://annisamuawanah.blogspot.com/. Diunduh pada hari Minggu, 30 September 2012
                  . 2012. “ Manfaat SIG,” dalam http://gurumuda.com. Diunduh pada hari Minggu, 30 September 2012

Jumat, 13 Juli 2012

Review Tema City of Canal


Review Tema City of Canal
Nah, dikesempatan tugas besar tekkom ini, kelompokku dapet tema City of Canal . Kalau menurutku City of Canal itu menjelaskan tentang Jalur air alam maupun buatan manusia. Dalam kelompokku City of Canal yang diambil adalah Banjir Kanal Barat Kota Semarang. Semarang merupakan salah satu kota yang sering dilanda banjir, oleh sebab itu pembuatan kanal sangat penting untuk mengurangi potensi banjir tersebut. Kanal berasal dari bahasa Belanda, yang artinya saluran air. Secara teori kanal dapat diartikan sebagai sungai buatan, sungai ini digunakan untuk mencegah adanya banjir. Biasanya kanal dibuat di kota-kota yang berpotensi terjadinya banjir, seperti Jakarta dan Semarang.  Selain dijadikan sebagai antisipasi banjir, Kanal juga berfungsi sebagai area wisata yang dapat dijadikan sebagai perwujudan nilai estetika kota.

Senin, 02 Juli 2012

Kesan tugas besar Tekkom

Tugas besar mata kuliah teknik komunikasi....ya pastinya denger tugas besar mikirnya susah, ribet, asistensi, dan blablabla.. Apa sajakah tugasnya?? Itu adalah membuat blog individu, blog kelompok, big poster, buku konsep desain, dan membuat film. Tema dari kelompokku itu CITY OF CANAL  dan kita sekelompok itu kesusahan ide buat bikin filem yang mentok di kali. Tapi akhirnya setelah kita berunding kita dapet ide cerita yang sangat krikkrikkrik dengan judul "mascot of canal" yang intinya menceritakan seorang wisatawan yang berkunjung di kota Semarang dengan ditemani tour guide dan terkesan saat melihat banjir kanal barat. Paling asyik tuh pas take buat film sampe kita cut berulang-ulang kali karena ekspresi yang kurang WOW. Latarnya tuh di bandara ahmad yani Semarang, Cabe resto, Tugu Muda, dan tentunya di BKB (Banjir Kanal Barat). Nah itu sedikit cerita tentang tubes tekkomku ^_^

Rabu, 06 Juni 2012

Pasar Beringharjo Jogja

Beringharjo, Pasar Tradisional Terlengkap di Yogyakarta

Pasar Beringharjo menjadi sebuah bagian dari Malioboro yang sayang untuk dilewatkan. Bagaimana tidak, pasar ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi selama ratusan tahun dan keberadaannya mempunyai makna filosofis. Pasar yang telah berkali-kali dipugar ini melambangkan satu tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat dengan pemenuhan kebutuhan ekonominya. Selain itu, Beringharjo juga merupakan salah satu pilar 'Catur Tunggal' (terdiri dari Kraton, Alun-Alun Utara, Kraton, dan Pasar Beringharjo) yang melambangkan fungsi ekonomi.
Wilayah Pasar Beringharjo mulanya merupakan hutan beringin. Tak lama setelah berdirinya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tepatnya tahun 1758, wilayah pasar ini dijadikan tempat transaksi ekonomi oleh warga Yogyakarta dan sekitarnya. Ratusan tahun kemudian, pada tahun 1925, barulah tempat transaksi ekonomi ini memiliki sebuah bangunan permanen. Nama 'Beringharjo' sendiri diberikan oleh Hamengku Buwono IX, artinya wilayah yang semula pohon beringin (bering) diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo)

Selasa, 05 Juni 2012

Analisis PDRB Kota Magelang


ANALISA PDRB KOTA MAGELANG


Tabel PDRB Kota Magelang
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KOTA MAGELANG
ATAS DASAR HARGA KONSTAN MENURUT LAPANGAN USAHA TAHUN 2006 - 2010 ( JUTA RUPIAH )
Lapangan usaha
2006
2007
2008
2009
2010
Pertanian
28.297,02
29.005,39
29.727,18
30.433,03

30.468,45
Pertambangan
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
Industri Pengolahan
30.972,64
32.977,30
34.543,53
35.628,14
37.093,66
Listrik, gas dan air bersih
24.518,20
25.538,52
26.560,29
27.725,47
27.825,28
Konstruksi dan bangunan
139.877,70
145.625,36
151.240,82
157.134,47
163.152,72
Perdagangan, hotel dan rumah makan
64.967,86
71.296,68
75.298,89
79.903,38
85.944,08
Pengangkutan dan komunikasi
172.146,86
182.465,63
193.136,31
203.956,54
218.274,29
Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan
99.148,13
104.540,91
110.474,58
116.538,15

123.577,05
Jasa-jasa
339.636,57
354.648,37
372.853,58
393.331,06
422.268,17
PDRB
899.564,97
946.098,16
993.835,20
1.044.650,24
1.108.603,69
PDRB Tanpa Migas
899.564,97
946.098,16
993.835,20
1.044.650,24
1.108.603,69
Sumber: PDRB 2010-BPS Kota Magelang